Senin, 23 Maret 2015

Pasar Soponyono Rungkut


KISAH SEDIH KAKEK PENJUAL TEBU
MENANGIS DAGANGANNYA
TAK LAKU SEHARIAN .


Merdeka.com - Tubuhnya kurus dan terlihat
lemah. Sendirian dia menjajakan penganan
tebu di gerobak kaca. Sedih terpencar di
matanya, dan tangisnya pun pecah.
Begitu kira-kira foto yang terlihat dan tersebar
di media sosial akhir-akhir ini. Keprihatinan
sekaligus simpati mengucur deras dari
netizen.

Akun @Nour Yanti berucap "Ya yang sabar
mungkin hari ini lagi sepi semoga hari esok
lebih baik. Aku juga lagi di negeri orang ya
sabar dan tawakal berdoa pada yang kuasa."
Netizen lain menanggapi, "Kalau aku ada di
situ mungkin aku kasih uang untuk
meringankan kesedihan bapak itu ya mungkin
aku kasih 200.000 lah," kata Johan Jihan.
Semula banyak netizen mengira kakek ini
berdagang di Indonesia, tapi setelah ditelusuri
lebih lanjut, kakek ini ternyata berada di
Kamboja.

Itu dibuktikan dari nomor telepon yang tertera
di dalam foto dan juga tipe transportasi yang
berada di foto tersebut. Pertama, nomor
telepon menunjukkan kode negara Kamboja,
sementara angkot yang berseliweran di sekitar
kakek tersebut adalah angkot jenis tuk-tuk
yang biasa digunakan di Kamboja.

Selain itu, di negara Kamboja sendiri kakek ini
telah mendapat perhatian dari masyarakat
setelah fotonya beredar di media sosial. Kini
jualan kakek ini laris manis, bahkan
masyarakat Kamboja berbondong-bondong
menyumbang pada si kakek.

Kendati demikian, di mana pun kakek penjual
tebu ini berada, kakek ini sukses membuat
hati siapa pun bergetar dan kembali peduli.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar